Nasib itu – tidak permanen. By Mario Teguh


Sesuatu yang kita sebut ‘nasib’ itu bukanlah sebuah keadaan yang permanen. Dia sangat lentur, luwes, dan reaktif. Dia berespon kepada kualitas sikap dan tindakan tindakan kita – tanpa menyumbangkan pendapatnya sendiri. Dia – nasib itu, berupaya sangat netral; meskipun sebetulnya dia sangat berpihak kepada keberhasilan dan kebahagiaan kita.

Nasib sudah berdiri di samping peraduan Anda sejak mata Anda terpejam tadi malam. Dia tidak sabar menunggu kebangunan Anda, agar pagi ini Anda mengupayakan pelayanan kepada orang lain – kebaikan bagi orang lain yang penting bagi kebaikan sang nasib.

Tetapi, lebih sering daripada tidak, nasib itu dikecewakan oleh orang yang terjaga- tetapi tidak bangun. Bagi mereka yang bangun – yang tegap dan bertenaga – dalam pekerjaannya; nasib akan mengambil bentuk sebuah istana yang megah dan gemerlap.

Tetapi, bagi mereka yang tidak bangun, walau pun terjaga; nasib akan mengambil bentuk sebuah penjara. Keberuntungan. Kapan kah Anda akan berpihak kepada saya? Sebagian orang hanya mempercayai adanya satu nasib – yaitu nasib buruk. Dan dia akan menggunakan keyakinannya itu untuk menjelaskan kesulitan hidupnya. Sebagian yang lain hanya mempercayai satu nasib yang satu lagi – yaitu nasib baik. Dan dia akan menggunakan yang diyakininya itu untuk menjelaskan keberhasilan orang lain yang tidak disukainya.

Nasib itu ada yang buruk, dan ada juga yang baik. Itu sebabnya kita harus membuktikan bahwa kita bernasib baik, melalui keberanian untuk memutuskan dan bekerja keras untuk menjadikan keputusan itu sebuah keputusan yang baik; yaitu keputusan yang menjadikan kita bernasib baik. Se-untung-untungnya seseorang yang lupa, tetap lebih untung orang yang ingat. Bila Anda terus ingat dengan hak Anda untuk mencapai impian-impian kepemimpinan Anda, maka mudah bagi Anda untuk menyiapkan diri bagi peran-peran yang mengharuskan kebaikan dan perbaikan di lingkungan Anda. Dan karena Anda termasuk pribadi yang siap, Anda akan melihat bahwa ternyata nasib baik lebih berpihak kepada dia yang siap. Maka jawab lah pertanyaan ini. Semua yang sedang Anda kerjakan sekarang, termasuk juga pekerjaan yang sedang Anda hindari itu – apakah mereka akan menjadikan Anda seorang pribadi yang lebih siap? Dan bila jawaban Anda adalah ‘Ya’, kesiapan untuk apa kah itu? Apa kah Anda mengetahui dengan pasti untuk apa kah kesiapan yang sekarang sedang Anda bangun itu? Kartu Apakah Yang sedang anda Pegang? Seandainya semua kemenangan dalam permainan kartu ditentukan oleh kualitas kartu yang dipegang oleh seseorang, maka teknik paling penting dalam permainan kartu adalah teknik membagi kartu -bukan memainkannya. Lalu, segera setelah seseorang menerima pilihan kartu yang buruk, dia harus segera menyerah. Dan rekannya yang mendapatkan pilihan kartu yang baik – harus segera melompat berdiri dan mengumumkan kemenangannya. Tetapi apakah memang begitu? Kemenangan dalam kehidupan ini, persis seperti permainan kartu -yaitu, bukan kartu yang Anda pegang yang menentukan kemenangan Anda, tetapi bagaimana Anda memainkan kartu apa pun yang ada pada Anda.

Kualitas yang prima tidak menjamin keberhasilan bagi siapa pun, tetapi penggunaan yang bersungguh-sungguh dari kualitas apa pun yang kita miliki – itu lah jalan terbaik menuju jaminan yang Anda inginkan. Penderitaan tidak menyebabkan penderitaan. Lebih jauh, sebuah penderitaan tidak harus menyebabkan terlahirnya penderitaan yang lebih besar lagi. Karena, penderitaan bisa datang bahkan dari sebuah kebahagiaan – bila kebahagiaan itu ditelantarkan.

Penderitaan adalah kualitas perasaan yang pada pribadi-pribadi bintang seperti Anda, sebetulnya adalah kekuatan asli yang terjahitkan dalam upaya Anda untuk keluar dari penderitaan. Tetapi, sebagian orang berhasil memisahkan perasaan sakit itu dari upaya-nya, sehingga dia bisa meratap dalam perasaan sakit-nya, tanpa terlibat dalam upaya untuk memperbaiki keadaannya.

Penderitaan adalah hasil dari pilihan sikap dan perilaku yang memperbesar kesempatan datangnya penderitaan – maka pilih lah sikap dan perilaku yang memudahkan tercapainya kebahagiaan. Keberhasilan yang paling manis adalah keberhasilan yang dicapai melalui kesulitan dan penderitaan. Bila semuanya mudah, maka keberhasilan tidak akan disebut keberhasilan – ia biasanya disebut “. terang aja!”.. Penderitaan bukan lah hasil dari sebuahpenderitaan. Bila semuanya mudah, maka tidak ada hasil yang bisa disebut keberhasilan. Sadari lah bahwa seruling yang melantunkan kemerduan suara surgawi itu – berasal dari buluh bambu yang disayat oleh pisau yang tajam dan dilubangi oleh batang besi yang membara.

(Sumber: Mario Teguh Super Talk 03.03.2006 at Ramako 105.8FM)

0 Responses to “Nasib itu – tidak permanen. By Mario Teguh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




ngobrol sambil ngopi….

kategori

Blog Stats

  • 144,005 hits

special blog

info Pandaan lengkap

asyiik!!

free counters

%d blogger menyukai ini: